kepada teman-teman yang baik, dengan senang hati kami mengundang anda untuk datang di:

SEBUAH LIBER AMICORUM

80 Tahun Joesoef Isak

Seorang Wartawan, penulis dan, Penerbit HASTA MITRA,

Hari Minggu 13 Juli, 2008, jam 15.30 s/d selesai

TEATER KECIL, TAMAN ISMAIL MARZUKI

Jl Cikini Raya N0 73, Jakarta-103310

Perayaan ini

Diselenggarakan oleh teman-teman Joesoef Isak

bekerjasama dengan

Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta

Acara:

§ Pembacaan Profil ringkas Joesoef Isak

§ Kesan-Kesan dari Sahabat: Hersri Setiawan, Goenawan Moehammad, Sylvia Tiwon, Max Lane, Hilmar Farid dll

§ Screening Film dokumenter pendek tentang Joesoef Isak

§ Penyerahan buku persembahan untuk Joesoef Isak

§ Pentas Kesenian: Paduan Suara Korban 1965; Band Comrade; Sanggar Akar; Pembacaan Puisi oleh Putu Oka dll.

Hormat kami

Panitia Perayaan 80 tahun Berlawan Joesoef Isak

Kontak:

Boni Triyana HH 08157618327

Email:boni_triyana@ yahoo.com

Biografi singkat Joesoef Isak:

Joesoef Isak adalah seorang  wartawan muda gelombang pertama zaman kemerdekaan. Ia merupakan salah seorang dari tiga pendiri penerbit Hasta Mitra, penerbit karya pulau Buru Pramoedya Ananta Toer tahun 80an sampai 90an.

Sebagai seorang pendiri Hasta Mitra, ia berkali-kali menolak menyerah dalam perjuangan menerbitkan buku-buku yang tidak disuaki kekuasaan diktator selama 1980-1998. Pada tahun 1967-1978, menjadi tahanan politik orde baru tanpa dakwaan, tanpa pengadilan.

Pada tahun 1960, Joesoef Isak pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asian African Journalists Association (AAJA). Pada saat itu ia juga menjabat sebagai ketua PWI Jakarta dan Redaksi koran Merdeka., Pada tahun 2004, untuk komitmennya atas kebebasan beliau mendapatkan penghargaan Jeri Laber International Freedom to Publish Award, di New York. Pada tahun 2005 beliau juga mendapatkan Wertheim Award dari Belanda dan PEN Keneally Award dari Australia. Pada tahun 2006 pemerintah Perancis menganugrahkan Chevalier dans l’Ordre des Arts et des Lettres karena memperjuangannya untuk kebebasan berekspresi di Indonesia.

Pada usianya yang menginjak 80 tahun, ia masih selalu bergairah dan aktif menterjemahkan dan menjadi editor berbagai karya sastra, politik, sejarah dan buku bermutu lainnya. Tercatat, sudah sekitar 80 judul buku yang telah lahir di tangan Joesoef Isak bersama Hasta Mitra dan menjadi sumbangan penting pada perjuangan pembebasan nasional.