“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”.
Sekedar hegemoni atau retorika belaka untuk melegitimasi ketiadaan ‘tribute’ bagi kelompok profesi guru dan para pengajar/pendidik baik dari pemerintah maupun kelompok masyarakat dan profesi yang lainnya?
Padahal, akankah ada “profesi” lainnya tanpa adanya latar belakang pendidikan atau sekolah? Akankah ada sekolah tanpa adanya profesi guru?
Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara memberikan sebuah aforisme yang merepresentasikan tugas seorang guru :
“Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
(Di depan memberi suri tauladan, di tengah mendorong/ membangun semangat, di belakang mengikuti sambil mengawasi dan menjaga keselamatan semuanya)
Maka demikian, masihkah kita meragukan arti penting seorang guru?
Lantas masihkah dipertanyakan “kenapa harus ada ‘tribute’ untuk guru?”
Life Identity Institute
Present
Workshop Pembangunan Motivasi
Kreatifitas dan Nasionalisme
Untuk Guru dan Tenaga Didik
Minggu 24 Agustus 2008
07.00 s/d 16.00
Kampung 99 Pohon, Depok, Jawa Barat
Free.
INVITATION
Christio Wimpy-08882725857
www.lifeidentityins titute.com