Mengharap kehadiran anggota-anggota Komunitas Sastra/Teater/ Seni maupun individu penyuka sastra mengikuti acara KEMAH SASTRA. Acara ini merupakan proses belajar-mengajar penulisan sastra yang diformat ala perkemahan (outdoor). Peserta Kemah Sastra adalah pelajar sekolah menengah dan mahasiswa yang memiliki keinginan kuat menjadi penulis mumpuni, juga menjadi ruang bagi komunitas sastra berkumpul dan berjejaring.
Kami berharap program ini sekaligus dapat memajukan hubungan antar-komunitas sastra yang pada gilirannya memperkuat posisi komunitas sastra di percaturan sastra Nusantara.
Acara Kemah Sastra ini akan diselenggarakan pada
Hari/Tanggal : Kamis – Minggu, 20-23 Maret 2008
Tempat : Bumi Perkemahan Jurug (Timur kampus UNS), Solo
Jl. Ir. Sutami, Jurug, Jebres, Solo
Karena acara ini merupakan inisiatif murni dari Buletin Sastra PAWON, Panitia “memasang” biaya kepesertaan sebesar Rp. 50.000 (umum) dan Rp. 40.000 (pelajar/mahasiswa) . Biaya ini sepenuhnya untuk pembiayaan konsumsi peserta selama acara. Pembayaran bisa melalui Rekening Bank BCA Solo 327-0164322 a.n. Joko Sumantri atau BNI UNS Solo 10067940-7 a.n. Yudhi Herwibowo.
Segera konfirmasikan keikutsertaan Anda di alamat pos: RUMAHSASTRA, Gg. Kepuh 30B, Petoran, Jebres, Solo 57126, e-mail: pawonsastra@ … , HP: 08882978004 atau klik Blog: www.pawonsastra. blogspot. com
Koord. Redaksi Buletin Sastra PAWON
Joko Sumantri
Keterangan:
Acara dimulai hari Kamis, 20 Maret 2008 pukul. 14.00 Wib
Tanggal 20-23 Maret 2008 merupakan hari libur, sehingga Kemah Sastra tidak mengganggu jadwal sekolah/kuliah
Lokasi sangat mudah dijangkau dari stasiun/terminal. Gunakan buskota jurusan Palur, turun di Bonbin Jurug/TMP sebelum jembatan Bengawan Solo. Ongkos buskota Rp. 2000.

TOR
KEMAH SASTRA, APA DAN PERLUNYA?
Gagasan mengadakan program pembelajaran sastra melalui apa yang disebut “Kemah Sastra” merupakan tekad lama dari para punggawa Buletin Sastra PAWON. Ada sejumlah alasan, selain “eksotis”, kami ingin menawarkan proses pembelajaran sastra yang santai, egaliter dan segar.
Ada persoalan terhadap apa yang selalu kita sebut sebagai “kelas”. Kami tak tahu persis buat mengistilahkannya. Tapi perhatikanlah: kelas berbentuk ruangan tertutup sebenarnya menghadirkan ancaman-ancaman, pembatasan dan sekaligus hukuman (ada yang bilang kelas mirip penjara bukan?). Orang-orang di dalamnya tidka bisa bebas bergerak. Mesti mengikuti alur kursi atau tempat duduk.
Kelas dengan ornamen di dalamnya mungkin menjaga siswa/pelajar/ mahasiswa konsentrasi terhadap apa yang diajarkan. Pembelajar dipaksa mengikuti sejumlah aturan.
Tapi lama-lama, ada kesumpekan. Bukan hanya aliran udara sesempit ventilasi, melainkan kesumpekan suasana, keseragaman penglihatan dan memantik rasa bosan.
Kesadaran akan ruang belajar semacam inilah yang mendorong metode pembelajaran luar-kelas memperoleh pembenarannya. Namun oleh karena politik pendidikan semasa orde baru (mungkin juga hingga sekarang!) kegiatan belajar-mengajar di luar kelas nyaris tak diperbolehkan. Meskipun entah ada atau tidak aturan yang melarang proses belajar semacam ini, pada kenyataannya murid di sekolah-sekolah Indonesia jarang mendapat kesempatan belajar di alam terbuka.
Sastra barangkali bisa disebut negasi dari formalitas-formalit as. Oleh karena itu, program Kemah Sastra didesain untuk menerabas formalitas dan kekakuan proses ajar. Yang perlu diterabas pertama-tama adalah “meniadakan” benda pembatas semacam dinding yang melingkupi peserta dalam proses pembelajaran.
Di dunia pendidikan dikenal pembelajaran sebaya. Maksudnya, ada bukti bahwa kegiatan belajar lebih efektif manakala antara guru-murid adalah teman sendiri. Tidak ada sosok guru seperti yang kita kenal selama ini: guru dengan jarak terbentang demikian lebar dalam berinteraksi dengan muridnya sendiri.
Menyadari kecenderungan ini, Kemah Sastra diorientasikan antar orang muda sendiri, kecuali beberapa acara yang membutuhkan kepakaran dan pengalaman lebih. Egalitarianisme dikedepankan. Pertama, demi efektivitas pengajaran itu sendiri. Kedua, demi menurunkan “horor” sastra di kepala pelajar kita. Perihal kedua ini kami sadari betul karena ada keterjarakan cukup lebar antara pemahaman siswa kita terhadap sastra.
JADWAL KEMAH SASTRA (TENTATIF)

Kamis, 20 Maret 2008
13.30 – 16.30

14.00 -17.30

17.30-19.00

19.00 – 21.00

21.00 -22.30

22.30 – 06.00

Persiapan/Pendirian Tenda, dll
Oleh : Panitia
Registrasi Peserta
Oleh : Panitia
Persiapan Peserta/Ishoma
Oleh : Peserta dan Panitia
Diskusi Sastra: “Membaca Sastra Indonesia Kontemporer”
Pembicara:
- Saut Situmorang
- Triyanto Triwikromo
Moderator: Jo Pakagula
Perkenalan dan Brainstorming
Oleh : Panitia
Istirahat/tidur
Jumat, 21 Maret 2008
06.00-07.00
07.00-08.00

08.00-10.00

10.00-11.45

11.45-13.00
13.00-15.00

15.00 – 17.15

17.15-18.00
18.00-19.00
19.00-20.00

20.00-22.30

22.30-06.00

Olahraga pagi/sarapan
Sesi Kelompok: “Sastra dan Kita”
Oleh : Panitia
Kiat Penulisan Cerpen
Pembicara:
- Dwicipta
- Raudal Tanjung Banua
Moderator: Yudhi Herwibowo
Diskusi Elaboratif (Kelompok) tentang Penulisan Cerpen
Diampu: Sunlie Thomas Alexander, Idrian Koto, Hans Gagas, Yudi Teha, Ari Wibowo
Ishoma
Diskusi Kelompok:
Berbagi Pengalaman Menulis Novel
Diampu: Fajar Widayanti, Indah Darmastuti, Yudhi Herwibowo, Titik Andarwati, Ary Yulistiana
Diskusi Umum: Kiat Penulisan Novel
Pembicara:
- Sanie B. Kuncoro
- Ratih Kumala
Moderator: Indah Darmastuti
Games Diampu Ridho al Qodri
Ishoma
Pengenalan Buletin Sastra PAWON dan sharing
Diampu Joko Sumantri
Parade Pentas Teater Teater TESA, SOPO, Ayat, Sektesoerat, dll
Istirahat/tidur
Sabtu, 22 Maret 2008
06.00-07.00
07.00-08.30

08.30-10.30

10.30-12.00

12.00-13.00
13.00-15.00

15.00 -17.15

17.15-18.00
18.00-19.00
19.00-22.30

22.30-06.00

Olahraga pagi/sarapan
“Mengenal Penulisan Esai”
Tia Setiadi
Moderator: Haris Firdaus
Menulis Puisi
Pembicara:
- Faisal Kamandobat
- Kusprihyanto Namma
Moderator: Bandung Mawardi
Sesi Kelompok:
Diskusi dan Praktek Penulisan Puisi Diampu: Haris Firdaus, Agus Manaji, DAW Riyadi, Mutia Sukma, Adin
Ishoma
Sesi Kelompok “Komunitas Sastra untuk Menunjang Kreativitas Berkarya”
Diasuh Komunitas Sastra
Ketemu Penerbit dan Koran
Pembicara:
- Ambhita Dhyaningrum
- Gunoto Saparie
Moderator: Yudi Teha
Games Diampu Ridho al Qodri
Ishoma
Malam Seni Peserta dan Api Unggun Masing-masing kelompok
Istirahat
Minggu, 23 Maret 2008
06.00-07.30
07.30-10.30

10.30-11.30
11.30 – ……

Olahraga pagi/sarapan
Temu Komunitas Sastra Se-Jawa “Membangun Jaringan Komunitas Sastra” Tiap-tiap Perwakilan Komunitas Sastra
Moderator: Joko Sumantri
Acara Ramah-tamah dilanjutkan penutupan
Persiapan Pulang dan Pulang