Tentang Sejarah Dan Arah Perjuangan Buruh Indonesia
Pergerakan buruh di Indonesia penuh dengan liku-liku sejarah yang panjang dan melelahkan. Beberapa tonggak sejarah besar dan berpengaruh terangkum dalam film ini. Namun, masa panjang perjuangan pergerakan buruh Indonesia belum berakhir.
Setidaknya ada empat tahap bagian utama yang dicertiakan dalam Film ini:
1). Lahirnya kaum pekerja yang diupah tahun 1870, sampai dengan ditumpasnya gerakan buruh Indonesia awal, oleh pemerintah kolonial Belanda di tahun 1926
2). Gerakan Buruh Paska tahun 1926 sampai dengan akhir masa kekuasaan Soekarno di tahun 1965
3). Serikat Pekerja di bawah rezim Soeharto dari tahun 1965 sampai Soeharto mundur di tahun 1998
4). Serikat pekerja dari masa pemerintahan B.J. Habibie sampai dengan sekarang
Demikianlah Sejarah pergerakan buruh Indonesia, ditandai oleh jatuh bangun perjalanannya, sehingga pantas dicatat bahwa kaum buruh sejak awal abad ke 20 merupakan bagian penting dari pergerakan Nasional Indonesia.
Kita bisa melihat gerakan buruh ditumpas oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1926, para pemimpinnya banyak yang dibuang ke Digul, dan banyak diantaranya tewas di sana.
Penumpasan ini terulang lagi pada tahun 1965-1966, ketika keseluruhan pergerakan Kiri ditumpas lagi.
Karena acapkali pergerakan buruh di waktu itu memiliki militansi dan radikalisme Kiri.
Juga, bagaimana sesudah peristiwa 1 Oktober 1965, ada beberapa sejarah pergerakan Nasional disembunyikan bahkan dihilangkan, seolah-olah buruh tidak punya andil dalam kemerdekaan Republik ini.
Bagaimana secara sistematis sejarah buruh ini dihilangkan dalam kesadaran masyarakat kita.
Kini, kita bisa melihat bangkitnya kembali pergerakan buruh di awal tahun 1990-an, yang masih terus berlangsung hingga sekarang, walaupun dipukul dan berusaha di tumpas dengan berbagai cara oleh Militer.
Bahkan hingga sekarang pun, pergerakan ini makin membesar dan menguat, apalagi ketika terbukanya kran reformasi sesudah berakhirnya rezim Soeharto.
Tentunya perjalanan dan perjuangan Gerakan Buruh masih jauh.
Pertanyaanya kemudian adalah bisakah gerakan buruh sekarang belajar dari masa lalunya untuk menyongsong nasib yang lebih baik dari “Soko Guru Revolusi” ini
Yakinkah, ataukah gerakan buruh sedang jalan di tempat, atau mungkin sedang ada di Persimpangan Jalan.
WAKTU DAN TEMPAT :
| No | Hari/tanggal | Tempat | Uraian | |
| Jumat,22 Februari 2008
Pkl. 18.30-Selesai |
Ultimus, Jln.Lengkong Besar No.127 Bandung | Pemateri Diskusi :1. Godi Utama
(Produser Pelaksana, Sutradara, Dan Penulis Naskah, film “Di Simpang Jalan”) 2. Irwansyah (Sekjen PRP) 3.Moderator: Setiaji (Hijau Merdeka) |
||
Demikian Atas Pemberitahuanya, Kami ucapkan terima kasih.
Hormat Kami, Panitia ;
Husni Kanifan Efendi